Skip to main content

Apa itu Skala Waktu Geologi ?


Untuk memahami apa itu skala waktu Geologi, maka simaklah tulisan ini sampai selesai.

Mari kita mulai,

Bumi itu secara konstan berubah dan tidak ada satupun yang terdapat diatas permukaan bumi yang benar-benar bersifat tetap atau permanen. Bebatuan diatas permukaan bukit mungkin dahulunya berasal dari bawah laut. Oleh karena itu untuk mempelajari bumi maka dimensi "waktu" menjadi sangat penting, dengan demikian mempelajari sejarah bumi sama pentingnya untuk dipelajari.

Jika kita berbicara tentang catatan sejarah manusia, maka biasanya ukuran waktunya dihitung dalam tahun, atau abad atau bahkan puluhan abad. Berbeda dengan berbicara tentang sejarah bumi, maka ukuran waktu yang kita gunakan atau yang dihitung dalam jutaan tahun atau miliaran tahun. 

Dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dipisahkan dari yang namanya waktu. Catatan waktu biasanya diatur dan disimpan dalam suatu penanggalan (Kalender) yang pengukurannya didasarkan atas peredaran bumi dialam semesta. Sekali bumi berputar pada sumbunya atau satu kali rotasi bumi dikenal dengan satu hari, dan setiap kali bumi mengelilingi Matahari dikenal dengan satu tahun. 

Sama halnya dengan perhitungan waktu dalam kehidupan manusia, maka dalam mempelajari sejarah bumi juga dipakai suatu jenis penanggalan yang dikenal SKALA WAKTU GEOLOGI.

Skala waktu Geologi berbeda dengan penanggalan yang kita kenal sehari-hari. Skala waktu geologi kita umpamakan seperti sebuah buku yang tersusun atas halaman-halaman, setiap halaman dari buku tersebut kita asumsikan sebagai batuan yang mewakili perlapisan bumi. Kadang kala beberapa halaman dari buku atau batuan tersebut hilang namun dengan ilmu geologi kita dapat mampu membaca buku tersebut atau mendapatkan gap tersebut untuk mencari tahun juga umur daripada bumu atau bagian yang hilang tersebut berdasarkan halaman lainnya.

Terdapat 2 skala waktu dalam menentukan dan mengukur umur bumi. Pertama adalah skala waktu relatif dimana ditentukan berdasarkan urutan perlapisan batuan-batuan serta evolusi kehidupan organisme dimasa lalu. Kedua, yaitu skala waktu absolut (Radiometrik) dimana penentuannya berdasarkan penarikan radioaktif dari unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan. 

Jadi, Skala RELATIF didasarkan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perkembangan ilmu geologi, sedangkan Skala ABSOLUT berkembangan kemudian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan fisika-kimia yang diterapkan untuk menjawab permasalahan permasalahan yang timbul dalam bidang geologi.


Selamat menikmati bacaat ini dan mari terus membaca

Sampai jumpa!

Comments

Sering Dibaca

Penguasaan Negara dan Hak Rakyat Atas Air, pendayagunaan sumber daya air dan Kegiatan Usaha Penggunaan Sumber Daya Air

   Emanuel Grace Manek Didalam undang-undang tentang sumber daya air diketahui bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Selanjutnya, Negara menjamin hak rakyat atas air guna memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari bagi kehidupan yang sehatdan bersih dengan jumlah yang cukup, kualitas yang baik, aman, terjaga keberlangsungannya dan terjangkau, sehingga sumber daya air tidak dapat dimiliki dan/atau dikuasai oleh perseorangan, kelompok masyarakat, atau badan usaha.             Lain halnya dengan pendayagunaan sumber daya air, dimana pendayagunaan sumber daya air apa saja yang dimaksud meliputi : Air permukaan pada mata air, sungai danau, waduk, rawa dan sumber air permukaan lainya; air tanah pada cekungan air tanah; air hujan; dan air laut yang berada di darat. Pendayagunaan sumber daya air ini dilakukan melalui kegiatan penatagunaan sumber daya air, penyediaan ...

Macam-macam kondisi suatu daerah berdasarkan tingkat pertumbuhan penduduk

  Emanuel Grace Manek   Berikut ini macam-macam kondisi suatu daerah berdasarkan tingkat pertumbuhan penduduk. 1. Daerah rural sering diidentikkan dengan daerah bukan perkotaan. Daerah ini terletak di daerah pinggiran pemukiman padat penduduk atau pinggiran kota. Daerah rural biasanya berupa daerah dengan kepadatan penduduk yang relatif lebih rendah daripada daerah kota. Daerah ini juga memiliki intensitas penggunaan airtanah yang relatif kecil. Daerah ini juga sering disebut dengan kawasan hijau karena kawasan ini belum mengalami perubahan tataguna lahan yang signifikan. Tataguna lahan pada daerah ini masih didominasi area perkebunan atau kawasan hutan dan belum banyak mengalami perkembangan bangunan biasanya berada di kawasan pergunungan disekitar kota-kota besar. 2. Daerah Urban dan sekitarnya dicirikan dengan adanya ketidakseimbangan perkembangan antar kawasan serta tidak meratanya pusat-pusat pelayanan untuk masyarakat. Fenomena yang juga mewarnai perkembangan kota-kota b...

Luas dan Batas wilayah administratif Kabupaten Malaka - NTT

Kabupaten Malaka adalah salah satu kabupaten dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT, yang dimekarkan dari Kabupaten Belu pada tanggal 11 Januari 2013 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Malaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terletak di daratan Timor. Posisi geografis Kabupaten Malaka di daratan Timor, Provinsi NTT adalah di bagian paling timur dan Secara geopolitik, memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kabupaten Malaka berbatasan darat atau langsung dengan Negara Timor Leste dan berbatasan laut dengan Negara Australia.   Adapun batas-batas wilayah administratif kabupaten ini adalah sebagai berikut : Selatan : berbatasan dengan Laut Timor, Utara : berbatasan dengan wilayah kabupaten Belu, Barat : berbatasan dengan wilayah Kabupaten TTU dan TTS Timur : berbatasan dengan wilayah Negara Timor Laste. Secara administratif, Kabupaten Malaka yang memiliki luas wilayah menca...

SELAYANG PANDANG TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK KOTA BETUN DAN KAB. MALAKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

     (Emanuel Grace Manek /Yogyakarta/18/10/2019) Berkaca pada masalah-masalah penanganan sampah di indonesia, dimana pelan tapi pasti sampah menjadi masalah besar bagi perkembangan kota. Sangat disayangkan, belum ada kesadaran mengelola sampah, karena pedoman umum yang ada adalah sampah harus dibuang. Padahal, seharusnya tiap rumah tangga memilah sampahnya sebelum membuang. Di Indonesia, tiap rumah biasanya memiliki satu tempat sampah di bagian dapur, di mana semua sisa makanan, plastik bekas, kemasan produk rumah tangga, dibuang menjadi satu. Di halaman depan ataupun belakang, juga hanya ada satu tempat sampah besar. Di dalam tempat sampah besar itu, sampah dapur akan dijadikan satu dengan sampah dari bagian rumah yang lain sehngga kompleksitas kandungan pencemar dalam setiap rumah tangga yang nantinya bebas dibuang kemana saja ini akan menambah kompleksitas pencemar yang akan mencemari lingkungan, seperti bom waktu masalah sampah dan pencemaran yang di timbulkannya mem...

MEMETAKAN LOKASI AIR TAWAR DAN AIR ASIN DIAKUIFER PADA MASALAH AIR TAWAR DI DAERAH PESISIR.

                                                                                                                       Emanuel Grace  Manek    Masalah yang terdapat didaerah pesisir adalah air tawar sebab daerah pesisi merupakan zona dinamis dimana akuifer atau lapisan yang dapat menampung serta mentransmit air tawar akan juga berinteraksi dengan akuifer air asin. Oleh karena itu dibutuhkan identifikasi akuifer air asin dan air tawar didaerah pesir sehingga dapat kita tentukan lokasi rekomendasi untuk pengeboran untuk mendapatkan air tawar.             Di...

AIR TANAH SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA

APA SIH INTRUSI AIR LAUT ITU ?

MELIHAT OTONOMI AIR DI KABUPATEN MALAKA.

   Didalam UU No.32 Tahun 2004 dijelaskan bahwa Otonomi daerah merupakan   hak wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu melalui proses perjuangan panjang dan melelahkan, Malaka akhirnya resmi menjadi daerah otonom baru (DOB) sehingga terpisah dari induknya yaitu Kabupaten Belu di Pulau Timor Propinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu rasionalitas yang penting dari pelaksanaan otonomi daerah adalah untuk memperbaiki kinerja pemerintah kabupaten dan kota. Dengan adanya otonomi, kabupaten dan kota memiliki kewenangan untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan daerah. Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat menjadi lebih responsif dalam menanggapi berbagai masalah yang berkembang di daerahnya sehingga program-program pembangunan menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai...

Pemahaman manejemen airtanah dari segi kerentanan airtanah demi keberlanjutan airtanah di kabupaten Malaka NTT ( Emanuel Grace Manek)

Tujuan : *Dapat dijadikan sebagai parameter dalam kerangka pengembangan wilayah kabupaten Malaka *Membangun kepekaan pemerintah, swasta masyarakat dan segala kegiatan di wilayah malaka yang menggunakan airtanah sebagai kebutuhan sehari-hari. Defenisi : *Kerentanan airtanah sendiri didefenisikan oleh Vrba dan Zaporazec (1994) sebagai sifat - sifat   intrinsik   dari   sistem   air   tanah   yang   berkaitan   dengan   sensitivitas   dari   sistem tersebut terhadap manusia dan alam. *Vrba dan Zaporaek (1994) dalam Hendrayana (2011) membagi kerentanan air tanah kedalam 2   macam yaitu kerentanan intrinsik (alamiah) yang merupakan fungsi dari faktor hidrogeologi seperti karakterisitik akuifer, jenis tanah yang berada di atas akuifer, dan jenis material geologinya. Dan kedua adalah kerentanan spesifik yang merupakan gabungan potensi aktivitas manusia yang berpengaruh terhadap potensi sumber air tanah dalam dime...